Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw

Oleh: Agus Nasrullah

Mahasiswa STAIL Surabaya

KATA PENGANTAR

 

 Segala puji, Bagi Allah tuhan semesta alam yang telah memberikan kita begitu banyak rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah ini tanpa adanya halangan yang begitu besar.

Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman kebodohan menuju jaman yang yang gemilang dengan perantara Islam sehingga kita bisa menikmatinya hingga saat ini

       Makalah ini disusun dangan tujuan membantu pembaca mempelajari, memahami,  tentang model “Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw”

Penyusun menyadari bahwa dalam makalah yang dibuat masih banyak kekurangan di berbagai aspek, oleh sebab itu, Penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca. Amin.

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

 A.      Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Pembelajaran Kooperatif  adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi dalam suatu kelompok kecil untuk saling berinteraksi .Pembelajaran kooperatif  (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja  dalam kelompok-kelompok kecil  secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen .

Menurut  Abdul Haq bahwa pembelajaran koperatif dilaksanakan melalui sharing proses antara peserta belajar, sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama diantara peserta belajar itu sendiri.[1]

Arti Jigsaw dalam bahasa inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah puzzle yaitu sebuah teka-teki menyusun potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (zigzag) yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerjasama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.[2]

Tipe Jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif di mana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Pada pembelajaran tipe Jigsaw ini setiap siswa menjadi anggota dari 2 kelompok, yaitu anggota kelompok asal dan anggota kelompok ahli. Anggota kelompok asal terdiri dari 3-5 siswa yang setiap anggotanya diberi nomor kepala 1-5. Nomor kepala yang sama pada kelompok asal berkumpul pada suatu kelompok yang disebut kelompok ahli.

Metode pembelajaran kooperatif tipe jigasaw adalah pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok dan bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota kelompok lain.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terdapat 3 karakteristik yaitu:

a. kelompok kecil,

b. belajar bersama, dan

c. pengalaman belajar. [3]

Esensi kooperatif learning adalah tanggung jawab individu sekaligus tanggung jawab kelompok, sehingga dalam diri siswa terbentuk sikap ketergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok optimal. Keadaan ini mendukung siswa dalam kelompoknya belajar bekerja sama dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh sampai suksesnya tugas-tugas dalam kelompok.

Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Johnson (1991 : 27) yang menyatakan bahwa “Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ialah kegiatan belajar secara kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama sampai kepada pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok”.

     Jhonson and Jhonson (dalam Teti Sobari 2006:31) melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw yang hasilnya menunjukan bahwa interaksi kooperatif memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak. Pengaruh positif tersebut adalah :

  1. Meningkatkan hasil belajar
  2. Meningkatkan daya ingat
  3. Dapat digunakan untuk mencapai tarap penalaran tingkat tinggi
  4. Mendorong tumbuhnya motivasi intrinsik (kesadaran individu)
  5. Meningkatkan hubungan antar manusia yang heterogen
  6. Meningkatkan sikap anak yang positif terhadap sekolah
  7. Meningkatkan sikap positif terhadap guru
  8. Meningkatkan harga diri anak
  9. Meningkatkan perilaku penyesuaian sosial yang positif
  10. Meningkatkan keterampilan hidup bergotong royong.[4]

B. Pembentukan Kelompok Belajar

Pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa dibagi menjadi dua anggota kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Kelompok kooperatif awal (kelompok asal).

Siswa dibagi atas beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5 anggota. Setiap anggota diberi nomor kepala, kelompok harus heterogen terutama di kemampuan akademik.

  1. Kelompok Ahli

Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli.

C.      Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini berbeda dengan kelompok kooperatif lainnya, karena setiap siswa bekerja sama pada dua kelompok secara bergantian, dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

Tahap Pendahuluan

1. Review, apersepsi, motivasi

2. Menjelaskan pada siswa tentang model pembelajaran yang dipakai dan menjelaskan manfaatnya.

3. Pembentukan kelompok.

4.  Setiap kelompok terdiri dari 4-6 siswa dengan kemampuan siswa yang heterogen.

5.  Pembagian materi/soal pada setiap anggota kelompok.

Tahap Penguasaan

1. Siswa dengan materi/soal yang sama bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha menguassai materi sesuai dengan soal yang diterima.

2.  Guru memberikan bantuan sepenuhnya.

       Tahap Penularan

1.  Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya.

2. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli  tiap anggota kembali ke kelompok asal dan  bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan denga sungguh-sungguh.

3. Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal.

4.  Dari diskusi tersebut siswa memperoleh jawaban soal.

Penutup

D.      Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Metode Jigsaw

Kelebihan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut:

1.  Siswa diajarkan bagaimana bekerjasama dalam kelompok

2.   Siswa yang lemah dapat terbantu dalam menyelesaikan masalah

3.  Menerapkan bimbingan sesama teman

4.  Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi

5.  Memperbaiki kehadiran

6.  Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar

7. Sikap apatis berkurang

8. Pemahaman materi lebih mendalam

9. Meningkatkan motivasi belajar

10.  Dalam proses belajar mengajar siswa saling ketergantungan positif

11.  Setiap anggota siswa berhak menjadi ahli dalam kelompok

12. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan kelompok              lain

13. Setiap siswa saling mengisi satu sama lain.

 Kekurangan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut.

1. Keadaan kondisi kelas yang ramai,sehingga membuat siswa binggung dan pembelajran kooperatif tipe jigsaw merupakan pembelajaran baru;

2. Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirksn kelompok akan macet

3.    Siswa lemah dimungkinkan menggantungkan pada siswa yang pandai

4.  Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah,misal jika ada anggota yang hanya memboncengdalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi

5. Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondiki dengan baik, sehingga perlu waktu merubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh serta butuh waktu dan persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik.

E.     Kesimpulan

1. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekan pada sikap atau perilaku bersama dalam belajar atau membantu diantara sesame dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih.

2. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw ini pada kelas siswa dibagi berkelompok dengan lima atau enam anggota kelompok belajar heterogen.setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari,menguasai bagian tertentu bahan yang diberikan kemudian menjelaskan pada anggota kelompoknya. Dengan demikian terdapat rasa saling membutuhkan dan harus berkerjasama secara cooperative untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

3. Kerangka model pembelajaran jigsaw adalah para anggota dari kelompok asal yang berbeda,bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membatu satu sama lain untuk mempelajari topic mereka tersebut.setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok semula ( asal ) dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Kunci tipe JIGSAW ini adalah interdepensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik.

4. Keuntungan mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Sementara untuk kerugiannya ada beberapa yaitu keadaan kondisi kelas yang ramai, siswa yang lemah dimungkinkan menggantungkan pada siswa yang pandai serta membutuhkan waktu yang lebih lama apabila bila ada pernataan ruang belum  terkondisi dengan baik.

5. Alasan mengapa kami menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam bab Fungsi, Persamaan dan pertidaksamaan Kuadrat karena tekhik pembelajaran jigsaw dapat diterapkan pada materi pembelajaran yang tidak berstuktur ( tidak saling berhubungan antara sub-sub materi ). Karena fungsi dan persamaan kuadratadalah materi yang tidak berstruktur maka kami memilih materi untuk diterapkan dalam model pembelajaran cooperativelearningtipe jigsaw.

Saran

1. Guru seharusnya menjelaskan model pembelajaran tipe jigsaw ini dulu kepada siswa sebelum menerapkannya, agar siswa tidak binggung.

2. Guru harus pandai dalam memilih materi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam model ini.

3. Bangku perlu ditata sedemikian rupa sehingga semua siswa bias melihat guru/papan tulis dengna jelas, bias melihat rekan-rekan kelompoknya dengan baik,dan berada dalam jangkauan kelompoknya dengan merata.

4. Model pembelajaran kooperatif tipejigsaw perlu digunakan atau diterepkan karena suasana positif yang timbul akan membarikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan sekolah atau guru, selain itu siswa akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir serta meningkatkan keaktifan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Depdiknas, 2005, Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan Silabus Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Depdiknas

Depdiknas, 2005, Pendidikan Kewarganegaraan, Strategi dan Metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Depdiknas

Johnson DW & Johnson, R, T (1991) Learning Together and Alone. Allin and Bacon : Massa Chussetts


[1] Dr.Rusman, M.pd. Model-model Pembelajaran, Model pembelajaran kooperatif (PT raja rafindo, Jakarta) hal 219

[2] Dr.Rusman, M.pd. Model-model Pembelajaran, Model pembelajaran kooperatif (PT raja rafindo, Jakarta) hal 219

[3]Depdiknas, 2005, Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan Silabus Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Depdiknas

[4] Johnson DW & Johnson, R, T (1991) Learning Together and Alone. Allin and Bacon : Massa Chussetts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s