MACAM-MACAM SHOLAT SUNNAH DAN WAKTU PELAKSANAANNYA

Macam Macam Shalat Sunnah

Oleh : Agus Nasrullah (Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya)

Minggu, 8 januari 2012

Seberapa terbiasakah Anda mengerjakan shalat sunnah? Macam-macam shalat sunnah apa saja yang biasa Anda kerjakan? Pertanyaan seperti itu memang bukan untuk diajukan kepada orang lain. Pertanyaan tentang kebiasaan mengerjakan macam-macam shalat sunnah lebih sempurna jika ditujukan kepada diri sendiri untuk mengukur seberapa dekat diri kita kepada Allah Swt.

Shalat merupakan bagian dari rukun Islam. Setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, wajib melaksanakan shalat bagi mereka yang telah aqil baligh. Perintah shalat diberikan langsung oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw pada malam isra mi’raj. Shalat menjadi tiang agama. Jika shalatnya rusak, amalan lain pun tidak diterima Allah Swt.

Dalam agama Islam, amalan pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat kelak adalah shalat. Shalat lima waktu hukumnya wajib. Seharusnya, setiap muslim melaksanakan shalat tidak hanya sebatas mengerjakan kewajiban, tetapi harus menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan, baik rohani maupun jasmaninya.

Selain shalat wajib, agama Islam mengenal juga macam-macam shalat sunnah yang sebaiknya dikerjakan. Macam-macam shalat sunnah adalah shalat yang dilakukan di luar ibadah shalat wajib. Kita pun dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah. Shalat wajib ibarat modal, sedangkan shalat sunnah adalah keuntungannya.

Macam-macam shalat sunnah pun memiliki fadhilah atau manfaat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Salah satu fadhilahnya adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt dan menjadikan pelakunya dicintai Allah Swt.

Di samping shalat wajib, macam-macam shalat sunnah pernah dicontohkan dan dilakukan Nabi Muhammad saw sepanjang hidupnya. Berikut ini merupakan macam-macam shalat sunnah yang bisa Anda kerjakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

 

Macam-macam Shalat Sunnah – Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah satu dari sekian banyak macam-macam shalat sunnah yang secara teratur dilakukan oleh Rasulullah saw, sebelum atau sesudah shalat wajib. Shalat sunnah rawatib hukumnya ada yang muakkad (mendekati wajib tetapi tidak wajib) dan ghairu muakkad (lebih ringan dari muakkad).

  1. Macam-macam Shalat Sunnah Muakkad

Adapun yang termasuk dalam sholat sunnah muakad adalah :

Ø  Shalat qabliah (sebelum) zhuhur,Shalat ini dilakukan sebelum shalat zhuhur dimulai. Jumlah rakaatnya boleh dua atau empat rakaat.

Ø  Shalat ba’diah (sesudah) zhuhur,Shalat ini dilakukan setelah shalat zhuhur. Jumlah rakaatnya boleh dua atau empat rakaat.

Ø  Shalat ba’diah (sesudah) maghrib, Shalat ini dilakukan setelah shalat maghrib. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat.

Ø  Shalat ba’diah (sesudah) isya’ Shalat ini dilakukan setelah shalat isya. Jumlah rakaatnya boleh dua atau empat rakaat.

Ø  Shalat qabliah (sebelum) shubuh,  Shalat ini dilakukan sebelum shalat shubuh. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat.

Ø  Shalat ba’diah (sesudah) jumat,  Shalat ini dilakukan setelah shalat jumat. Jumlah rakaatnya boleh dua atau empat rakaat.

  1. Macam-macam Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Adapun yang termasuk Sholat sunnah ghoiru muakad adalah :

Ø  Shalat qabliah (sebelum) ashar,  Shalat ini dilakukan sebelum shalat ashar. Jumlah rakaatnya dua atau empat rakaat.

Ø  Shalat qabliah (sebelum) maghrib, Shalat ini dilakukan sebelum shalat maghrib dan jumlahnya dua rakaat.

Ø  Shalat qabliah (sebelum) isya, Shalat ini dilakukan sebelum shalat isya. Jumlahnya dua, empat, atau enam rakaat.

 

Macam-macam Shalat Sunnah – Shalat Sunnah Berkaitan dengan Waktu

Shalat sunnah ini berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Macam-macam shalat sunnah tersebut adalah sebagai berikut.

  1.  Shalat Dhuha

Shalat ini dilakukan pada waktu dhuha, yaitu pada saat matahari terbit sekitar pukul 7.00 pagi sampai pukul 11.00 siang. Jumlah rakaat shalat dhuha minimal dua rakaat. Rasulullah pernah mencotohkan shalat dhuha sampai delapan rakaat.

  1. Shalat Tahajud

Shalat ini dilakukan pada waktu malam selepas isya sampai datangnya waktu sebelum shubuh. Rasulullah biasa melakukan shalat tahajud sebanyak sebelas rakaat. Delapan rakaat shalat tahajud dan tiga rakaat witir.

  1. Shalat Tarawih

Shalat tarawih dilakukan pada malam hari selepas isya sampai datangnya waktu sebelum shubuh. Shalat tarawih hanya ada pada bulan Ramadhan. Jumlah rakaat shalat tarawih disesuaikan dengan kemampuan, namun yang biasa kita laksanakan ada yang 11 rokaat ( 8 rokaat sholat tarawih dan 3 rokaat sholat witir) dan juga ada yang sampai 23 rokaat ( 20 rokaat sholat tarawih dan 3 rokaat untuk sholat  witir)

 

  1. Shalat Witir

Shalat witir biasanya dikerjakan pada malam hari dan jumlah rakaatnya harus ganjil. Waktu pelaksanaannya selepas isya sampai datang waktu sebelum datang waktu shubuh.

 

Macam-macam Shalat Sunnah – Shalat Sunnah Berkaitan dengan Hari Raya

Macam-macam shalat sunnah yang berkaitan dengan hari raya adalah shalat sunnah idul fitri dan idul adha.

  1. Shalat sunnah idul fitri

Sholat idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal, Jumlahnya dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan takbir sebanyak tujuh kali setelah takbiratul ihram dan pada rakaat kedua setelah bangkit dari sujud dilakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah shalat, dilanjutkan dengan khutbah. Pelaksanaan kedua shalat ini boleh di mesjid atau tanah lapang.

  1. Shalat sunnah idul adha

Sholat idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijah, Jumlahnya dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan takbir sebanyak tujuh kali setelah takbiratul ihram dan pada rakaat kedua setelah bangkit dari sujud dilakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah shalat, dilanjutkan dengan khutbah. Pelaksanaan kedua shalat ini boleh di mesjid atau tanah lapang.

 

Macam-macam Shalat Sunnah – Shalat Sunnah Berkaitan dengan Keperluan Tertentu

Macam-macam shalat sunnah yang berkaitan dengan keperluan tertentu, di antaranya sebagai berikut.

  1.  Shalat Sunnah Hajat

Sedangkan hukum mengerjakannya adalah sunnat Mu’akkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan bagi orang yang membutuhkannya. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam firman Allah SWT yang artinya :

 

“Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan (kepada ALLAH) dengansabar dan sholat, karena sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar(QS. Al Baqarah : 153).

 

 Dan juga firman – Nya dalam surat Yusuf ayat 87 yang artinya :

“Dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang-orang kafir”

 

Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Abi Auf r.a juga diterangkan, bahwa Rasull SAW telah bersabda yang artinya :

“Barang siapa yang mempunyai hajat (kebutuhan) kepada Allah atau kepada salah seorang dari anak Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat, kemudian hendaklah ia mengucapkan pujian kepada Allah dan mengucapkan shalawat kepada Nabi SAW, dan kemudian hendaklah berdoa.

 

Shalat ini dilakukan dengan harapan agar permohonan hajat/kebutuhannya dikabulkan Allah swt. Pelaksanaan shalat hajat boleh dilakukan kapan saja asal tidak pada waktu terlarang. misalnya setelah shalat Ashar atau setelah shalat Shubuh.Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah) minimal dua rokaat dan maksimal dua belas rakaat. Jika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya. Sabda Nabi saw: “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad ).

Cara sholat hajat :

• > Niat shalat Hajat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram

• > “Ushalli Sunnatan Hajati  raka’atin mustaqbilal kiblati ada’an lillahi ta’ala” (Saya berniat melakukan shalat Sunaah Hajat dua rakaat dengan menghadap kiblat  semata-mata karena Allah SWT)

• > Membaca doa Iftitah

• > Membaca surat al Fatihah

• > Membaca salah satu surat didalam al quran.Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).

• > Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali

• > I’tidal sambil membaca bacaannya

• > Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

• > Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.

• > Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

> Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.

> Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.

Bacalah Doa sholat hajat

 

ARTINYA: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkan keampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa, memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  1.  Shalat Istikharah

Shalat ini berfungsi untuk membebaskan diri dari kebingungan dalam menentukan pilihan dalam suatu masalah. Pilihan terbaik diserahkan dan dipercayakan kepada Allah swt. Orang yang melakukan shalat ini hendaknya memasrahkan diri kepada Allah agar apa yang dipilih menjadi pilihan terbaik. Jumlah rakaat shalat ini minimal dua rakaat.

  1.  Shalat Tobat

Shalat ini bertujuan untuk memohon ampunan kepada Allah swt atas segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Jumlah shalat tobat minimal dua rakaat.

 

  1. Shalat Istisqa

Shalat ini bertujuan agar Allah swt menurunkan hujan pada saat negeri dilanda kemarau panjang yang menyebabkan sumber mata air mengering. Shalat ini dilakukan di lapangan secara berjamaah. Jumlahnya sebanyak dua rakaat. Selesai shalat, imam khutbah dan berdoa menghadap kiblat.

 

Macam-macam Shalat Sunnah – Shalat Sunnah Berkaitan dengan Peristiwa Tertentu

 

Macam-macam shalat sunnah berikut dilakukan jika Anda mengalami peristiwa tertentu, misalnya:

  1.  Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat ini dilakukan pada saat memasuki masjid dan sebelum duduk. Jumlahnya dua rakaat.

  1. Shalat Setelah Berwudhu

Setelah berwudhu, boleh melaksanakan shalat sunnah ini. Shalat sunnah ini dilakukan sebelum melakukan shalat sunnah yang lain. Jumlahnya dua rakaat. Seperti halnya sholat sunnah yang lain, pada rakaat pertama membaca surat Al fatihah dan dilanjutkan dengan surat yang lain (yang dihafal), begitu juga pada rakaat yang kedua.

  1.  Shalat Dua Gerhana

Shalat dua gerhana artinya shalat sunnah yang dilakukan pada saat terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Shalat ini dilakukan secara berjamaah saat gerhana sedang terjadi.

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat. Setiap rakaat boleh dilakukan satu kali ruku, dua, tiga, empat, atau lima kali ruku. Adapun sujudnya seperti biasa.

Jika pada rakaat shalat gerhana dilakukan lebih dari satu kali ruku, setiap bangkit dari ruku kembali membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Begitu pada ruku-ruku selanjutnya sampai ruku yang terakhir.

Nah, itulah macam-macam shalat sunnah yang biasa nabi Muhammad saw, kerjakan. Apa-apa yang telah dicontohkan beliau, sebaiknya Anda pun turut mengerjakannya. Semoga dengan mengerjakan macam-macam shalat sunnah, kita selaku umat muslim bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amiin.

 

64 responses to “MACAM-MACAM SHOLAT SUNNAH DAN WAKTU PELAKSANAANNYA

  1. MUMUH SI BUNGSU TARALIAR

    AP SIH KHASIAT SHALAT TAHAJUD,DAN SURAT APA YG BISA MENGABUL KAN PERMOHONAN KEPADA ALLAH SWT KETIKA SHALAT TAHAJUD,,,,.????

    • jika bicara soal khasiat sholat tahajud, maka sudah pasti banyak. yang perlu kita ketahui bahwa sholat tahajud adalah jenis sholat sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim seperti yang tertera dalam sutar al-muzammil. diantara manfaat sholat tahajud adalah sebagai sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah disaat banyak orang yang terbuai dengan lelapnya tidur dan yang terpenting adalaah dengan sholat tahajud kita akan merasa lebih tenang dan semangat dalam menjalani kehidupan serta penuh optimis dalam menggapai ridho-NYa. rasulullah saja yang sudah dijamin masuk surga beliau tidak pernah meninggalkan sholat tahajud. untuk maslah surat apa yang harus dibaca, maka itu terserah kepada kita, yang pasti khusuk dalam sholat itu yang menentukan dan berdoalah seperti sosoerang yang berada didalam kapal yang ada ditengan lautan sedangkan kapal itu akan ternggelam terkena badai. ingat yang terpenting adalah kita harus bisa menghadirkan jiwa dan raga serta fikiran kita dalam bermunajat kepadanya serta ikhlas menjadi kunci utama diterimanya suatu amal. semoga bermanfaat.

  2. MUMUH SI BUNGSU TARALIAR

    AP SIH KHASIAT AYAT KURSI?,DAN GIMANA CARA NGAMALIN NYA??????

    • diantara khasia ayat kursi adalah untuk mengusir atau melindungi diri dari setan, sebab setan sendiri yang menyatakan kelamahannya dengan ayat kursi. cara ngamalinnya adalah dengan membacanya setiap pagi dan sore. akan lebih bagus lagi kalau anda membaca al-ma’tsurat setiap pagi setelah sholat subuh dan sore setelah sholat asar. mga bermanfaat.

  3. Askum wr wb.
    P ustad saya mau tanya..
    Apakah sholad hajad sama halnya dg sholad tahajut???? Dan jika tidak sama, maka kapan waktu yg paling pas melakukan sholat hajad?????

    • waalaikum salam
      saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, Allah senantiasa memerintahkan hamba-Nya untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya adalah dengan sholat. shalat hajat dan sholat tahajud tentu berbeda sebab sholat hajat dilakukan pada saat kita menginginkan sesuatu dan waktu pelaksanaannya pun bebas kecuali pada waktu terlarang seperti setelah sholat asar dan setelah sholat subuh. sedangkan sholat tahajud waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat isya sampai sebelum subuh namun lebih tepatnya di di sepertiga malam, sebagaimana yang tertera pada awal-awal surat al-muzzammil.

  4. assalamualaikum…
    pak ustad.. apakah jika kita ingin melakukan solat tahajud harus setelah bangun dari tidur di tengah malam???

    • Waktu shalat malam adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Dengan demikian, semua shalat yang dilakukan setelah ‘isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka’at setelah ‘isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam.

      Lalu, bagaimana dengan tahajjud? Apakah bedanya dengan shalat malam?

      Ibnu Faris berkata, “Adapun orang yang ber-tahajud (اَلْمُتَهَجِّدُ) adalah orang yang salat di waktu malam.” (Lihat Fathul Bari, 3:5, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Thn. 1419 H/1998 M)

      Dari terjemahan tersebut, diketahui bahwa shalat malam dan tahajjud adalah hal yang sama. Hanya beda istilah saja.

      Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah ‘keharusan’ atau ‘syarat sah’nya tahajjud.

      Rasulullah salallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      “Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri.”
      [HR. Bukhari 205, Muslim 1309]

      Tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utama tahajjud adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan. Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu, shalat malam adalah ibadah yang sangat direkomendasikan karena banyak sekali keutamaannya.

      secara pribadi saya biasanya tidur dulu, hal ini di lakukan agar ketika kita bangun uuntuk shalat, maka kita tdk merasa ngantuk lagi.

      Pernah Abu Bakar berselisih dgn Umar masalah shalat tahajud itu musti tidur dulu atau tidak. Keduanya kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menceritakan masalahnya, yaitu bahwa Abu Bakar suka bertahajud tanpa tidur dulu, sedangkan Umar tidur dulu. Rasulullah hanya menjelaskan bahwa Abu Bakar adalah orang yg hati2 (karena gak pengen tahajudnya terlewat), sedangkan Umar yg tidur dulu itu adalah orang yg kuat.

      Semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya.

  5. Aslamu’alaikm :-)
    Mau tnya ni..
    1.sholat hajat itu boleh dikerjakan stiap hari nggak? Soalnya,kita kan pasti punya hajat di setiap harinya..
    2.soal tahajud itu apa mesti harus tidur terlebih dahulu? Apabila sholat tersebut dikerjakan tanpa tidur terlebih dahulu hukumnya apa..dan apabila kita mau sholat tahajud,tapi waktunya mepet sekali dengan masuknya sholat subuh,apa yang mesti harus kita lakukan?

    • waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
      semoga Allah senantiasa melindungi kita. sebagaimana yang kita ketahui bahwa sholat sunnah boleh dilakukan kapan saja asal tidak pada waktu yang diharamkan untuk sholat, dan terkait dengan boleh atau tidak sholat hajat dilakukan setiap hari, maka hal itu di bolehkan. karena pada dasarnya sholat tersebut memang di lakukan saat kita memiliki hajat,dan masalah sholat tahajud harus tidur dulu atau tidak, Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah ‘keharusan’ atau ‘syarat sah’nya tahajjud.

      Rasulullah salallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      “Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri.”
      [HR. Bukhari 205, Muslim 1309]

      Tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utama tahajjud adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan. Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu, shalat malam adalah ibadah yang sangat direkomendasikan karena banyak sekali keutamaannya.
      jadi menurut saya lebih baik tidur dulu biar enggak ngantuk saat sholat.

      jika kita hendak sholat tahajud namun waktu sudah hampir memasuki waktu subuh, maka boleh langsung mengerjakan witir nya saja.

  6. assalamualaikum, pak
    maaf saya mengganggu
    apakah sholat tahajud diharus kan ada sholat tarawih dan witir ?
    kalau bagi kami yg masih awam, tau nya cuma 2 rakaat aja pak.

    • waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
      semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan pada kita semua. ada sebuah Hadits yang berbunyi: “Jadikanlah Witir sebagai akhir shalat kalian di waktu malam”. (HR. Bukhari) namun itu bukan sebagai keharusan, boleh melakukan witir di awal ataupun di akhir setelah sholat tahajud. “Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (“disaksikan”) [HR. Muslim]. adapun sholat tarawih, biasa dilakukan setelah shalat isya secara berjamaah dan juga di akhiri dengan witir.
      yang perlu dipahami adalah bahwa tidak boleh ada dua witir dalam satu malam sebagaimana dalam hadits di sebutkan “Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani). artinya jika sudah witir setelah shalat tarawih, maka tidak boleh witir lagi setelah sholat tahajud.

      adapun sholat tahajud waktu pelaksanaan yang paling baik adalah pada sepertiga malam.

      yang jelas boleh mendirikan shloat tarawih yang kemudian jika setelah shalat tarawih langsung witir, maka setelah shalat tahajud tidak perlu witir lagi, namun saran saya, lebih baik witir di akhir malam yaitu setelah shalat tahajud. dan witir boleh dilakukan 1-3 rakaat.

      semoga bermanfaat. Amiin

  7. Assalamualaiku,pak ustat apa boleh bila kita tidur / tertidut kemudian bangun tengah malam jam 02,03 langsung sholat isya dan sekalian sholat tahajut,mohon penjelasannya.terimakasih,wassalam

    • waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
      semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya.
      saudari ku…..
      jika tidak ada halangan yang syar’i, maka hendaknya sholat isya dilaksanakan pada awal waktu, sebagaimana hadits rasulullah
      عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قلت: يا رسول الله، أيُّ العمل أحبُّ إلى الله تعالى؟ قال: “الصلاة على وقتها
      “.masalah pertanyaan saudari, maka sebenarnya boleh saja sholat isya kemudian langsung sholat tahajud, hanya saja lebih baik jika sholat isya di dahulukan awal waktu, kemudian tidur dan bangun lagi untu sholat tahajud karena sholat isya adalah sholat wajib sedang tahajud sunnah muakadah. yang tentu saudari tahu bagaimana hukumnya jika sholat yang wajib di tinggalkan.
      pesan saya jangan sampai kita menjadi orang yang lalai terhadap sholat, karena akan merugikan kita sendiri. “فويلٌ للمصلِّين، الذين هم عن صلاتهم ساهون” “celakalah bagi orang yang sholat, yaitu yang lalai akan sholatnya” jadi jangan menunda-nunda waktu sholat yang wajid (isya).
      semoga bermanfaat

  8. asslm,, pak ustad kalau sholat malam dan sholat tahajud sama hanya beda tidur atau tidak nya, jadi cara pelaksanaan dan niatnya sama juga?

    • waalaikum salam wr. wb
      semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita. sholat malam dan sholat tahajud sebenarnya sama, hanya saja sebagian menyebutnya dengan sholat malam (Sholat lail) dan ada juga yang menyebutnya dengan sholat tahajud (hanya beda istilah penyebutannya saja)
      ومن الليل فتهجد به نافلة لك hal ini karena sholat lail (SHOLAT TAHAJUD) merupakan ibadah tambahan bagi kita. jadi untuk niat sama yaitu dengan niat sholat tahajud karena sholat lail adalah sholat tahajud.
      semoga bermanfaat.

  9. assalaamu’alaikum wr.wb
    maaf.. saya mau bertanya,
    1*lebih baik mana sholat tepat pda waktu tapi sendirian atau sholat mundur dr waktu:nya tapi jama’ah?!
    2*apa boleh kita menunda sholat karna kita menunggu agar bisa sholat berjama’ah?!
    terima kasih atas jawaban:nya..
    wassalaamu’alaikum wr.wb

    • waalaikum salam wr. wb
      semoga Allah senantiasa memberkahi kita semua.
      dalam sebuah hadit disebutkan “sholatlah pada waktunya” (shohih bukhori-muslim). dalil lain yang menunjukkan wajibnya shalat berjama’ah adalah firman Allah Ta’ala: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah:43).
      Al-Imam Al-Bukhariy telah meriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits: Saya mendatangi Nabi dalam suatu rombongan dari kaumku, maka kami tinggal bersamanya selama 20 hari, dan Nabi adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut terhadap shahabatnya, maka ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bersabda: “Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang diantara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab & As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) diantara kalian mengimami kalian.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 628, 2/110 dan Muslim semakna dengannya no. 674, 1/465-466).
      Sesungguhnya Nabi yang mulia tidak memberikan keringanan kepada ‘Abdullah Ibnu Ummi Maktum untuk meninggalkan shalat berjama’ah dan melaksanakannya di rumah, padahal Ibnu Ummi Maktum mempunyai beberapa ‘udzur yakni tua dan buta.
      tentang pertanyaan yang pertama dan kedua, Jika yang dimaksud adalah menunda shalat sampai ke akhir waktu dengan maksud ingin bisa berjamaah, maka para ulama berbeda pendapat mengenai mana yang lebih utama di antara keduanya.

      Sebagian berpendapat bahwa shalat di awal waktu sendirian lebih utama. Ini seperti yang dikatakan oleh Imam Malik terkait dengan shalat subuh. Adapun yang lain berpendapat bahwa mengkahirkan waktu shalat demi mendapat jamaah lebih baik.
      tapi hendaknya terus berusaha agar bisa sholat berjamaah tepat pada waktunya hal ini seperti contoh abdullah bin umi maktum di atas.
      terimakasih.

  10. Brg siapa shalat subuh berjamaah lalu duduk berdzikir hg terbitx matahari kmd shalat dua rakaat pahalax sama dg pahala haji dan umrah [ h.r Tirmidzi ] .Shalat sunnah apa namax??? mohon jawabanx!!!

    • Wa’alaykumussalam wr. wb
      semoga Allah membimbing kita kejalan yang benar.

      1. Hadits yang Anda tanyakan berbicara tentang sholat yang dilakukan pada waktu syuruq dan derajatnya hasan insya Allah ta’ala, sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah, no. 3403 dengan lafaz:

      Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

      مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

      “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah ta’ala hingga terbit matahari, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam mengatakan: Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]

      Hadits di atas menunjukkan ganjaran sholat sunnah syuruq yang sangat besar dengan 4 syarat: 1) Sholat shubuh berjama’ah, 2) Dilakukan di masjid, 3) Duduk berdzikir kepada Allah ta’ala di masjid sampai matahari terbit, 4) Sholat dua raka’at.

      Waktu syuruq adalah setelah matahari terbit dan meninggi seukuran satu tombak. artinya sebelum masuk waktu dhuha.
      semoga bermanfaat. amiin

  11. assalamu’alaikum pak
    1. saya mau tny bgaimana cranya shalat tasbih ?
    2. apa saja keutamaan shalat sunnah ?
    3. bagaimana caranya agr shalat kita ttp khusyuk ?

    terima kasih wasamu’alaikum wr.wb

    • wa’alaikum salam wr. wb.
      semoga Allah senantiasa merahmati kita dan membimbing kita kejalan yang benar.
      terkait pertanyaan ukhti, mudah-mudahan jawaban yang diberikan bisa membantu memberikan pemahamaman islam yang lebih baik.
      niat sholat tasbih : usholli sunnatat tasbihi rak’ataini mustaqbilalqiblati lillahita’ala
      1.cara sholat tasbih adalah 4 rakaat dg dua salam, dan saat setelah Takbiratul Ihram maka membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu Akbar 10X, lalu fatihah, lalu surat, lalu membaca bacaan itu lagi 15X, lalu ruku dan membaca lagi 10X, lalu I;tidal membacanya lagi 10X, lalu sujud membacanya lagi 10X, lalu duduk antara dua sujud dg membacanya lagi 10X, lalu sujud dg membacanya lagi 10X,
      lalu berdiri dan berbuat seperti tadi yaitu 10X sebelum fatihah dan 15 X setelah surat, demikian sebagaimana diatas, sampai 4 rakaat, hingga jumlah bacaannya 300X, yaitu 75X setiap rakaat, demikian diajarkan Rasul saw dalam haditsnya yg diriwayatkan oleh Imam Baihaqiy, Imam Ibn Majah dll,

      2. diantara keutamaan sholat sunnah adalah untuk menyempurnakan sholat wajib, sebagaimana hadits Rasulllah SAW. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      « إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ».

      “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud no. 864, Ibnu Majah no. 1426 dan Ahmad 2: 425. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      3. khusu’ dalam sholat merupakan hal perlu kita lakukan. untuk mendapatkan kekhusu’an dalam sholat, imam Al-Ghazali dalamkitabnya “ihya ulumiddin” menjelaskan bahwa cara agar sholat kita khusu’ adalah dengan menghadirkan jiwa dan fikiran serta raga kedalam sholat itu sendiri. artinya perlu adanya kekuatan ihsan dalam diri kita. ihsan adalah sebuah keyakinan bahwa saat sholat seakan-akan kita melihat Allah dan jika kita tidak bisa maka yakinlah bahwa Allah Melihat kita. termasuk sabar dalam sholat adalah hal yang sangat penting. hal ini dijelaskan dalam kitab hadits arbain nawawi, hadits no 2. dan dalam Al-Quran surat al-baqarah ayat 45-46.
      demikian yang bisa dijelaskan. semoga bermanfaat. wallahu a’lam

  12. Ping-balik: ber-SABAR dan SHOLAT lah untuk menolongmu | Widia Amanda Puteri

  13. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pak ustadz ..
    Saya mau bertanya, apa saja keunggulan yang dimiliki oleh shalat sunah tahajjud dan shalat sunnah dhuha jika sering di laksanakan?
    Mohon jawabannya,
    Terima Kasih :)

    • Waalaikum salam wr. Wb
      Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridhai –Nya.
      Sungguh sholat sunnah tahajjud dan sholat sunnah dhuha memiliki keutamaan yang uar biasa, dimana Allah akan memberikan keutamaan itu kepada siapa saja dari ummat-Nya yang mau melaksanakan ibadah sunnah tersebut.
      Diantara keutamaan sholat tahajjud adalah :
      Pertama ; sebagai ibadah nafilah atau tambahan, maksudnya disini yaitu sebagai ibadah penyempurna ibadah lainnya seperti sholat fardu. Sebab amalan yang pertama kali akan di hisab di saumil kiyamah nanti adalah amal sholat. Tat kala amal sholat itu baik, maka akan baik semunya namun jika amal sholat itu buruk maka bauruklah semua amal perbuatannya.
      Kedua; mengangkat derajat seseorang disisi Allah SWT.
      Ketiga; merupakan ibadah yang menjadikan pelakuknya memiliki peluang besar masuk kedala surga.
      Keempat; menambah rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan sholat tahajud dapat menjadi bukti bahwa orang tersebut bersyukur kepada Allah SWT, sebagaimana hadits dari aisyah bahwa nabi biasa melakukan sholat malam sampai kakiknya bengkak, yang kemudian saat ditanya, maka rasulullah menjawab “tidak kah aku pantas menjadi hamba-Nya yang bersyukur”. Padahal kita tahu bahwa segala yang dilakukan rasulullah itu di ma’fu oleh Allah dan sudah dijamin masuk surga saja sampai seperti itu. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah dijamin masuk surga?.
      Keutamaan sholat sunnah dhuha adalah:
      Sholat sunnah dhuha merupakan sholat sunnah muakkad yaitu sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Sebagaimana wasiat rasulullah kepada Abu hurairah ra. Hadits abu darda ra. “kekasihku (rasulullah) mewasiatkan 3 hal yang tidak akan saya tinggalkan selama saya hidup, puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan hanya tidur setelah melakukan sholat witir. (HR. Muslim no. 722).
      Diantara keutamaan sholat dhuha adalah sebagai sedekah, sebab setiap sendi tubuh bani adam ada sedekahnya. Kemudian Allah Memurahkan rizki bagi nya (pelaku).
      Demikian sedikit yang bisa saya jelaskan. Mudah mudahan bermanfaat. Wallahu a’lam

  14. assalamualaikum..
    maaf pak ustad saya mau nanya, saya pernah dengar bahwasannya sholat witir itu adalah solat penutup.. apakah itu benar?
    nah kalau sudah sholat witir apakah masih boleh sholat tahajud
    terima kasih

    • Waalaikum salam wr. Wb
      Ukhti fillah, semoga Allah membimbing kita kejalan yang benar
      Sholat witir adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah yang bahkan keutamaannya Rasulullah umpamakan melebihi seekor unta merah.
      Terkait dengan pertanyaan ukhti tentang, apakan sholat witir merupakan sholat penutup? Maka jawabannya adalah “ya”. Kenapa? Sebab rasulullah SAW, bersabda “jadikanlah witir sebagai akhir sholat kalian di waktu malam” (HR. Bukhari Muslim).
      Lalu, bolehkah kita sholat tahajud sementara kita telah melakukan sholat witir? Dalam hal ini perlu dipahami tentan waktu pelaksanaan sholat witir yang diantaranya adalah sebagai berikut:
      Pertama; secara keseluruhan waktu sholat witir adalah mulai dari setelah sholat isya sampai terbit fajar. Sebagaimana hadits qudsi “sesungguhnya Allah SWT, telah menambahkan sholat bagi mu yakni sholat witir, lakukanlah sholat witir itu antara wakti isya hingga wakti fajar. (HR. Ahmad dalam musnad dan dishahihkan oleh al albani).
      Kedua; witir sebelum tidur. Hal ini dianjurkan bagi mereka yang khawatir tidak bisa bangun saat malam hari. Sebagaimana wasiat rasulullah kepada Abu Hurairah. Hadits abu darda ra. “kekasihku (rasulullah) mewasiatkan 3 hal yang tidak akan saya tinggalkan selama saya hidup, puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan hanya tidur setelah melakukan sholat witir. (HR. Muslim no. 722).
      Dalam hal ini, abu bakar ra. Sering melakukan witir sebelum tidur.
      Ketiga; witir diakhir malam. Ini adalah wakti terbaik untuk melaksanakan sholat witir dan ini bagi orang yang yakin mampu bangun malam. Sebagaimana hadits jabir bin abdullah bahwa rasulullah SAW, bersabda “ barang siapa yang takut tidak bangun di akhir malam, hendaknya ia melakukan witir di awal malam. Dan barang siapa yang bertekad untuk bangun diakhir malam, hendaknya ia melakkan witir diakhir malam. Sesungguhnya sholat di akhir malam itu disaksikan para malaikant dan itu lebih utama.
      Mengapa demikian? Karena pada sepertiga akhir malam Allah turun ke langit dunia danberfirman” adakah orang yang berdo’a, sehingga aku mengabulkannya? Adakah orang yang memohon, sehingga aku penuhi permohonannya? Adakah orang yang meminta ampu, sehingga aku beri ampunan? (HR. Bukhari dan Muslim).
      Jadi dari penjelasan diatas, maka jika kita telah melaksanakan sholat witir di awal malam, maka kita tetap boleh sholat tahajjud tanpa melakukan sholat witir lagi karena tidak boleh ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits rasu “ tidak ada dua witir dalam satu malam”
      Demikian penjelasan singkat ini. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

  15. mukhlas adi putra

    hikmah dari sholat sunnah itu sendiri apa y? mohon pengertiannya

    • hikmah sholat sunnah adalah untuk menyempurnakan sholat yang wajib. selain itu sholat sunnah juga adalah sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah SWT serta sebagai bentuk ibadah tambahan bagi kita.

  16. assalamualaikum pa ustd sya mw tanya.
    1. sebaiknya waktu yg paling dkabulkan oleh allah dgn solat hajat itu kpan
    2. ketika kita dlam prjalanan, contnhnya sya dri bekasi ke cibodas brngkt dri jm 1siang sampai 4sore,, solat sunah apa yg harus sya krjakan
    3. ktika dlm perjalanan, jarak kbrapa biar kita melaksanakan solat sunah yg menggantikan solat fardu.

    maaf ya klaw pertnyaannya banyak.
    sya cuma pengen tau sja..
    wasalam.

    • wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
      ukhti fillah, mohon maaf sebelumnya jika baru balas. sholat hajat dilakukan oleh seseorang yang memiliki hajat. kaitannya dengan waktu, maka boleh dilakukan kapan saja asal tidak pada waktu yang diharamkan untuk sholat sunnah seperti ba’da asyar, dan ba’da subuh. kemudian setiap orang yang memiliki hajat hendaknya melakukan sholat hajat dimana kita memohon kepada Allah agar apa yang menjadi keinginan kita dikabulkan Allah SWT. namun saran saya lakukanlah pada malam hari yakni waktu setelah sholat isya sampai terbit ajar yakni mendekati waktu subuh. dan yang perlu diperhatikan dalam sholat adalah berusaha untuk menghadirkan jiwa dan raga kedalam sholat sehingga sholatnya bisa nyambung (khusu’).
      untuk petanyaan kedua dan ketiga maka perlu ukhti fahami bahwa tidak ada sholat sunnah sebagai pengganti sholat fardu akan tetapi yang ada adalah sholat sunnah sebagai pelengkap sholat fardu yang mungkin saja belum sempurna. masalah perjalanan, maka boleh seseorang manjamak sholatnya jika jarak perjalanannya kira-kira 80 km. misalnya menggabungkan antara sholat dzuhur dan asyar, maghrib dan isya’, kecuali subuh tidak boleh di jamak. sebab syarat jamak adalah sholat yang bilangannya tidak boleh kkurang dari tiga rokaat. jadi tidak ada sholat sunnah yang khusus yang harus dilakukan saat dalam perjalanan dan tidak ada sholat sunnah sebagai pengganti sholat fardu. sebab yang wajib idak bisa diganti dengan yang sunnah.
      demikian, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.

  17. SHALAT SUNAT SEBELUM KHOBAT JUMAT SELAIN SHALAT TAH YATUL MASJID SHALAT APA NAMANYA USTAZ ? apakah ada shalat itu ustaz?

    • mhon mf jika baru bisa balas. perlu dipahami bahwa sholat sunnah adalah hal yang hendaknya dilakukan oleh semua muslim, sebab sholat sunnah dapat menjadi pelengkap dari sholat fardu yang kurang sempurna. kaitannya dengan sholat sunnah sebelum sholat jum’at selain sholat tahiyyatul masjid yaitu sholat qobliyah jum’at. dan hal itu boleh dilakukan jika sholatnya sendirian bukan dengan berjamaah karena tidak ada sholat qobliyah jum’at dilakukan secara berjamaah. menurut salah seorang ahli fiqh yakni ust. abdul khaliq., Lc. M.H.I, beliau juga menatakan boleh melakukan sholat qobliyah jum’at dengan syarat sendirian bukan berjamaah. hal semacam ini banyak kita temui dimasyarakat khususnya masyarakat NU yang biasanya adzan dua kali, maka setelah adzan pertama mereka melakukan sholat sunnah qobliyah jum’at sendiri-sendiri. dan bagi langan muhammadiyyah dan sejenisnya yang biasanya menggunakan satu adzan, maka cukup dengan sholat tahiyyatul masjid.mudah-mudahan penjelasan singkat ini bermanfaat bagi kita semua amiin.

  18. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Ustadz,sya mau tnyak
    Bagaimana cara pelaksanaan sholat tobat n kpan wktu yg tepat utk melaksanakan nya?

    • waalaikum salam wr wb
      mohon maaf atas keterlambatannya. semoga Allah senantiasa membimbing kita kejalan-Nya.
      Shalat taubat (tobat) termasuk dari shalat sunnah mutlak yang dapat dilaksanakan kapan saja. Siang dan malam. Kecuali waktu yang dilarang melakukan shalat sunnah.

      Adapun waktu larangan shalat sunnah ada 5 (lima) sebagai berikut:

      1. Dari terbit fajar kedua sampai terbit matahari.

      2. Dari terbit matahari sampai matahari naik sepenggalah (قيد رمح).

      3. Dari saat matahari persis di tengah-tengah sampai condong.

      4. Dari shalat ashar sampai tenggelam matahari.

      5. Menjelang tenggelam matahari sampai tenggelam sempurna.

      adapun cara melaksanakannya adalah sebagai berikut:

      Syarat Shalat Taubat
      Sebagaimana setiap shalat, syarat pertama adalah mushalli (orang yang shalat) harus suci dari hadats kecil dan besar. Kalau belum hendaknya mandi junub dan berwudhu terlebih dahulu.

      Setelah itu, lakukan shalat 2 raka’at.

      Niat Shalat Taubat
      Niat shalat taubat adalah sebagai berikut:

      أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

      Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.
      Bacaan Shalat Taubat

      Rakaat pertama: Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
      Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.
      kemudian salam.

      kemudian saat sujud terakhir di sunnah kan berdoa dengan do’a di bawah ini:
      Ertinya: Ampunilah hamba Ya Allah. Tuhan yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang lain melainkan hanya Engkau. Dialah Tuhan yang Maha Hidup lagi Maha Perkasa dan hamba bertaubat kepada Engkau ya Allah.

      Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali
      اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

      law yang lengkap di bawah ini:
      “As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-dziy laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih.”

      Daku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus dan daku bertaubat kepada-Nya.

      atau
      “As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-zii laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih. Tau-ba-ta ‘Ab-di zhoo-li-mi laa yam-li-ku li-naf-si-hi dhor-raa, wa-laa naf-‘an wa-laa mau-tan wa-laa ha-yaa-tan wa-laa nu-syuu-raa.”

      Setelah istighfar, baca doa dibawah ini :
      اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَاصِحَكَ فِي التَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فِي اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

      “Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

      setelah selesai, di anjurkan juga untuk berdoa dengan Penghulu Istighfar,

      “AL-Laa-Hum-ma an-ta rab-bi Laa i-la-ha il-laa an-ta kho-laq-ta-ni wa-a-naa ‘ab-du-ka wa-a-naa ‘a-laa ‘ah-di-ka wa-wa’-di-ka mas-ta-th0′-tu, a-‘uu-dzu-bi-ka min syar-ri-maa sha-na’-tu, a-buu u-la-ka bi-ni’-ma-ti-ka ‘a-lay-ya wa-a-bu-u bi-dzan-bi fagh-fir-lii, fa-in-na-hu laa yagh-fi-rudz dzu-nuu-ba il-laa an-ta.”
      Ertinya: “Ya, Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku. Sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian setia ( beriman dan taat ) kepada-Mu sekuat mampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah ku lakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

      namun sholat ini boleh juga 4, 6 rokaat. sementara untuk bacaan surat tidak mesti dua surat di atas, boleh baca surat yang lainnya juga. sementara niat terganung jumlah rokaat sholat kita.

      demikian penjelasan yang bisa di sampaikan. semoga bermanfaat.
      wassalamu’alaikum wr wb

  19. assalamualaikum pa ustadz,sya mau tanya,boleh atau tidak melaksanakan solat hajat tidur dulu..

    • waalaikum salam wr wb
      semoga Allah memberikan kebaikan kepada kita semua.
      sholat hajat adalah sholat yang dilakukan oleh seorang hamba tatkala hamba tersebut memiliki hajat atau keinginan terhadap sesuatu. yang perlu dipahami bahwa untuk melaksanakan sholat hajat ini boleh siang ataupun malam yang jelas bukan pada waktu yang diharamkan untuk sholat. masalah tidur, apakah boleh dilakukan sebelum sholat hajat, maka sejauh yang saya pahami hal itu dibolehkan, sebab sampai saat ini belum menemukan dalil tentang hal itu. jadi jika memang mau dilakukan pada sepertiga malam sepeti sholat tahajud ya alangkah baiknya tidur terlebih dahulu biar sholatnya gak ngantuk.
      semoga bermanfaat

    • wa’alaikum salam wr wb
      akhi fillah. sholat hajat adlaah sholat yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki hajat atau keinginan tertentu. untuk lebih jelas bisa di lihat pada komentar di form balas “rika amelia” di bawah yang juga menanyakan tentang sholat hajat. untuk sholat ini tidak ada ketentuan harus tidur dulua tau tidak. artinya boleh dilakukan sebelum atau seteah tidur sebab waktunya juga lebih fleksible asal bukan pada waktu yang diharamkan untuk sholat. kecuali sholat tahajud maka dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu.
      demikain. terimakasih. semoga bermanfaat

  20. Pk ustd mau tanya,untuk sholat sunnah ba’diah isya yang boleh dikerjakan sebanyak 4 rakaat itu rujukannya bisa dilihat di buku ato kitab apa?
    Sama saya juga pernah mendengar,tapi lupa dari mana sumbernya, bahwa shalat sunnah witir itu juga bisa dikerjakan langsung 3 rakaat salam tapi tanpa tahiyat awal, nah itu rujukannya kira2 bisa dilihat di buku ato kitab apa jg pk?
    Mtrswun…

    • semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan kepada kita. amiin.
      terkait pertanyaan diatas, maka berikut jawaban yang dapat kami sampaikan:
      Dalil dan keistimewaannya adalah: Sabda Rosululla SAW.
      من صلى العشاء الاخرة في جماعة وصلى اربع ركعات قبل ان يخرج من المسجد كان كعدل ليلة القدر . رواه الطبرانى في الكبير.
      Artinya:
      Siapa yang melakukan sholat isyak berjama ah dan sholat sunnah ba`diyahnya 4 roka’at sebelum ia keluar dari masjid, maka ia mendapat pahala sama dengan pahala ibadah dimalam (lailatul qodar) HR Thobaroni dalam kitab Al-kabir
      terkait dengan sholat witir tiga rokaat satu salam, maka hal demikian dapat di lihat pada kitab fiqh karangan sayyid sabiq pada bab al-witru (sholat witir).

      Solat witir boleh dikerjakan sebanyak 3 , 5 , 7 ,9 dan 11 rakaat .Bagi yang mengerjakan solat witir 3 rakaat , maka hendaklah ia tidak duduk (tahiyyat awal) kecuali pada rakaat yang akhir.yaitu membaca tasyahhud akhir dan salam.Ini berdasarkan hadis Rasulullah saw , dari A’isyah ra :

      لا يجلس في شيء إلا في آخــرها.

      (Baginda saw) tidak duduk sama sekali semasa mengerjakannya melainkan pada rakaat yang terakhir. (HR Muslim no : 737)

      Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah : Tidak harus menjadikan solat witir seperti solat Maghrib.

      dari perkataan Syaikhul islam ibn taimiyyah diatas dapat kita pahami bahwa jangan menyamakan sholat witir dengan sholat magrib. hal ini dikuatkan dengan dalil hadis Rasulullah saw :

      لا توترا بثلاث تشــبهوا المغــرب

      Janganlah Kamu mengerjakan solat witir 3 rakaat seperti solat maghrib.

      (HR Al-Hakim.Ibn Hajar al-‘Asqalani mengatakan sanad hadis ini sahih mengikut Bukhari dan Muslim.Rujuk Fath al-Bari m jilid 4 ,ms :301)

      demikian, semoga bermanfaat. amiin

  21. assalamualaikum pa ustadz,sya mau tanya,boleh atau tidak melaksanakan solat sunat rawatib muakad bukan setelah azan ( kita lakukan sendirian dirumah ) ?

    • waalaikum salam wr wb
      ukhti fillah, semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang benar. jika yang ukti maksud sholat sunnag rawatib muakad seperti sholat sunnah sebelum dzuhur, maka lebih utama di kerjakan di rumah. hal ini sebagaimana hadits rasuullah SAW:
      “Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah yang dikerjakan dirumahnya, kecuali shalat fardhu.” (H.R. Imam Bukhari & Muslim)
      hadits lainnya :
      Dari Abdullah bin Sa’ad radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Mana yang lebih utama; shalat di rumahku atau shalat di masjid?” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidakkah kamu lihat rumahku? Betapa dekatnya ia dari masjid. Sungguh aku shalat (sunnah) di rumahku lebih aku sukai daripada shalat di masjid, kecuali shalat yang diwajibkan.” (Diriwayatkan Ahmad (IV/342), Ibnu Khuzaimah (II/210), Ibnu Majah (8731) dan ditakhrij Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah (1133).)
      artinya boleh mengerjakan sholat sunnah di masjid, rumah atau di tempat lain asal tempat suci.
      dan jika berkaitan dengan sholat sunnah muakad seperti di atas maka lakukanlah setelah azan di kumandangkan.
      demikian. semoga bermanfaat. amiin

  22. mksih n maaf ada yg slah ketik

    • assalamualaikum . . . . . . .wr. . . .wb.
      maaf pak tadi salah ketik
      saya mau tanya solat sunnah apa saja yang harus di istiqomahkan trimakasih skali lagi saya minta maaf.
      Wasalammua’laikum . . . . . . . .

      • wa’alaikum salam wr wb
        sholat sunnah yang harus di istqomahkan sebenarnya banyak seperti sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah, sholat lail atau tahajud, sholat sunnah duha. sholat lail memiliki fungsi yang salah satunya adalah sebagai tambahan energi ruhani dan sebagai imunisasi yang luar biasa bagi tubuh manusia, sementara sholat dhuha adlaah sholat dimana kita meminta rizki kepada Allah. intinya berusahalah untuk istiqomah dalam melaksanakan sholat sunnah terlebih sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah serta sholat tahajud dan dhuha.

  23. ass wr.wb
    saya mau tnyak pd pak ustad
    apakah boleh shalat sunat di jadi kan wajib atau fardhu,krn saya dengar dari orang tablik boleh,tp mnurut saya gak bleh.

    • wa’alaikum salam wr wb
      semoga Allah memberi rahmat kepada kita semua. dalam islam, kita mengenal salah satu ajaran yaitu sholat. dalam sholat itu sendiri sudah terbagi yakni sholat fardhu dan sholat sunnah. antara kedua sholat tersebut tentu berbeda dimana salah satu fungsi sholat sunnah adalah sebagai ibadah penyempurna sholat fardhu atau wajib. terkait pertanyaan ukhti, maka sejauh ini kami belum menemukan refferensi yang mengatakan bahwa sholat sunnah boleh dijadikan sholat fardhu. sebab dari hukum kedua sholat itu sendiri sudah jelas berbeda. oleh karena itu maka sejauh yang kami fahamai bahwa tidak boleh sholat sunnah di jadikan fardu ataupun sebaliknya.
      saran kami, alangkah lebih baik jika ukhti bertanya tentang dalil shahih yang membolehkan sholat sunnah dijaidkan sebagi sholat fardu kepada orang yang dimaksud di atas.
      demikain, semoga bermanfaat. amiin.
      wassalamu’alaikum wr wb

  24. Asalamualaikum Pak ustad, apabila kita sholat sendiri dirumah, kapankah waktu yang baik untuk melakukan sholat sunnah yang dilakukan seblm sholat wajib? Apakah sebelum ada adzan, atau sesdh adzan sholat sunnah dulu baru melakukan sholat wajibnya?

    • waalaikum salam wr wb
      ukhti fillah, semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang benar. terkait dengan sholat sunnah yang dimaksud adalah sholat sunnah qobliyah dimana sholat tersebut dilakukan sebelum sholat fardu yakni setelah adzan selesai di kumandangkan. sementara sholat sunnah tersebut biasa dilakukan oleh rasulullah di dalam rumah. hal ini sebagaimana hadits rasuullah SAW:
      “Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah yang dikerjakan dirumahnya, kecuali shalat fardhu.” (H.R. Imam Bukhari & Muslim)
      hadits lainnya :
      Dari Abdullah bin Sa’ad radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Mana yang lebih utama; shalat di rumahku atau shalat di masjid?” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidakkah kamu lihat rumahku? Betapa dekatnya ia dari masjid. Sungguh aku shalat (sunnah) di rumahku lebih aku sukai daripada shalat di masjid, kecuali shalat yang diwajibkan.” (Diriwayatkan Ahmad (IV/342), Ibnu Khuzaimah (II/210), Ibnu Majah (8731) dan ditakhrij Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah (1133).)
      artinya boleh mengerjakan sholat sunnah di masjid, rumah atau di tempat lain asal tempat suci.
      dan jika berkaitan dengan sholat sunnah muakad seperti di atas maka lakukanlah setelah azan di kumandangkan.
      demikian. semoga bermanfaat. amiin
      wassalamu’alaikum wr wb

  25. semoga bermanfa’at bagi kita semua yg di beri jawaban bisa di katakan mmuaskan,dan kpada yg terhormat pk ustazd semoga pnjg umur di beri ksehatan murah rizki,dan terimakasi yg sebanyak2 nya atas pnjlasan nya,semoga mmbawa berkah amiiiin.

  26. asslmlkm wr wb,sy mau nanyak pk ustazd,bagaimana klw sy sholat sunnah Qobliyah lbih dr 4 raka’ah misalkan dan begitu juga ba’diah.nya,apkh boleh mohon penjlasan nya,terimakasih.

    • WAALAIKUM SALAM WR WB
      mohon maaf atas keterlambatannya.
      sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah memang sholat yang senantiasa di alkukan oleh rasulullah SAW.
      dalam hal ini ada beberapa cara pelaksanaannya sebagaimana hadits berikut
      Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rekaat (rawatib), yaitu: 2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya, 2 rekaat sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 rekaat sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 rekaat sebelum Shubuh …
      (HR Imam Bukhari dan Muslim).

      hadits lain yaitu:
      a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
      “Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 rekaat sebelum Dzuhur dan 4 rekaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan
      Tirmidzi)
      2 rekaat sebelum Dzuhur dan 2 rekaat sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.

      b. Nabi SAW bersabda: “Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat rekaat sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu
      Huzaimah)
      Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua rekaat berdasarkan Sabda Nabi SAW: “Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)

      dari beberapa hadits di atas, maka tidak di temukan adanya sholat sunnah qobliyah ataupun ba’diyah lebih dari 4 rokaat.
      terima kasih
      wassalamu’alaikum wr wb

  27. Assalamualaikum Pak Ustad, mengenai sholat witir kan ada 3 rokaat nah yang saya tanyakan apakah setelah dua rokaat salam baru ditambah dengan satu rokaat lagi seperti waktu shalat tarawih ?

    • waalaikum salam wr wb
      semoga Allah memberi tambahan ilmu pada kita semua. terkait dengan pelaksanaan sholat witir, maka ada beberapa cara pelaksanaannya.
      1. satu rokaat langsung salam. dalilnya:

      Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, bagaimanakah solat malam? Baginda bersabda: Dua-dua (rakaat), apabila engkau khuatir (masuk waktu subuh), maka laksanakan solat Witir satu rakaat. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab at-Tahajjud, no: 1137.
      2. tiga rokaat secara langsung (satu salam) dalilnya: Aisyah radhiallahu ‘anha menerangkan tentang shalatnya Rasul di bulan Ramadhan,
      “Rasul b tidak pernah shalat malam lebih dari 11 raka’at, baik di bulan Ramadhan maupun diluar Ramadhan, yaitu beliau shalat 4 raka’at, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat 4 raka’at lagi, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat witir 3 raka’at.” (Hr. Bukhori 2/47, Muslim 2/166).
      3. tiga rokaat ( dua rokaat salam. satu rokaat salam) dalilnya: Bahawa ‘Abdullah bin ‘Umar mengucapkan salam antara satu rakaat dan dua rakaat dalam solat Witir. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Witr, no: 991.
      maksud hadits ke tiga tersebut adalah boleh melakukan witir dengan dua kali salam, yakni setelah dua rokaat baru salam. emudian berdiri lagi untuk mengerkalan witir satu rokaat kemudian salam.
      demikian penjelasan singkat ini. semoga bermanfaat.
      wassalamu’alaikum wr wb

  28. asalamualaiku ..
    pak ustad sya mau nayak, apa perbedaan sholat sunnah mu’akad man sholat sunnah biasa ..
    terimakasih

    • waalaikum salam wr wb
      dalam islam selain sholat wajib, maka kita kenal juga dengan yang namanya sholat sunnah. dalam sholat sunnah ada yang muakkad dan ghairu muakkad. kedua sholat tersebut memang memiliki perbedaan dimana jika sholat sunnah muakkad adalah sholat sunnah yang sangat di anjurkan (hampir mendekati wajib) seperti sholat witir, tahajud, qobliyah dzuhur. sementara sholat sunnah ghairu muakkad adalah sholat sunnah yang tidak begitu di anjurkan. namun akan lebih baik jika kita mengerjakan sholat sunnah muakkad dan ghairu muakkad juga.
      terima kasih. semoga bermanfaat.
      wassalamualaikum wr wb

  29. Ping-balik: macam sholat sunnah | Ayo Sholat Tepat Waktu

    • terimakasih atas kunjungannya. mga bisa saling memberi manfaat

      • Assalamualaikum pak ustadz..saya mau bertanya, kalau shalat sunnah hajat dilakukan selepas kita melaksanakan shalat duhha boleh tidak?terimakasih. Wassalamualaikum

      • waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
        semoga Allah senantiasa memberikan kebakan kepada kita semua.
        sebagaimana yang kita ketahui bahwa sholat hajat adalah sholat yang dilakukan olesh seseorang tatkala orang tersebut memiliki suatu keinginan. adapun pelaksanaannya fleksible, boleh kapan saja, yang penting tidak pada waktu yang diharamkan untuk sholat sunnah seperti waktu setelah sholat subuh dan asyar. dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad ).
        dengan demikian, maka boleh jika ukhti ingin melaksanakan sholat sunnah hajat setelah sholat dhuha.
        demkian jawaban yang dapat kami sampaikan. semoga bermanfaat.
        Amiin.
        Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  30. muhammad pahamono marco

    ASSALAMUALAIKUM Saya mau tanya soal shalat sunnah sebelum shalat maghrib kecuali shalat tahiatumasjid apakah ada shalat sunnah lain sebelum shalat magrib. dan dalilnya apa lok ada terima kasih atas jawaban ilmunya terimakasih

    • waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
      terimakasih atas kunjungannya, semoga Allah senantiasa menjaga kita serta menambahkan pemahaman kita terhadap hukum islam.
      terkait sholat sunnah sebelum maghrib, maka dari beberapa referensi yag saya temukan terdapat satu sholat yaitu sholat sunnah qobliyah maghrib. namun sholat ini termasuh pada sholat ghairu muakkkad (tidak ditekankan). sebagaimana hadits dibawah ini.
      Hadits ‘Abdullah bin Mughoffal Al Muzani, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      « صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ ». ثُمَّ قَالَ « صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ لِمَنْ شَاءَ ». خَشْيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً.
      “Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at bagi siapa yang mau.” Karena hal ini dikhawatirkan dijadikan sebagai sunnah. (HR. Abu Daud no. 1281. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
      Dalam Shahih Bukhari disebutkan,
      صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ – قَالَ فِى الثَّالِثَةِ – لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً
      “Shalat sunnahlah sebelum Maghrib, beliau mengulangnya sampai tiga kali dan mengucapkan pada ucapan ketiga, “Bagi siapa yang mau, karena dikhawatirkan hal ini dijadikan sunnah.” (HR. Bukhari no. 1183).

      hadits diatas menunjukkan bahwa Rasulullah hanya menyuruh tanpa ada paksaan, sebab dikhawatirkan akan dijadikan sunnah muakkad sebagaimana sholat sunnah ba’diyah maghrib.
      demikian, semoga bermanfaat. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s